daily news escort bayan istanbul escort instagram takipci hilesi restbet justin tv izle en iyi bahis siteleri

Monthly Archives: June 2013

PENANGANAN PASCA PANEN BUAH-BUAHAN

Buah-buahan adalah bahan makanan yang kaya akan vitamin, mineral, lemak, protein, dan serat.  Selain itu setiap jenis buah mempunyai keunikan dan daya tarik tersendiri seperti rasa yang lezat, aroma yang khas, serta warna atau bentuk yang mengandung nilai estetika.

Kebutuhan atau konsumsi buah-buahan setiap tahunnya diperkirakan meningkat sekitar 5 % selaras dengan meningkatnya jumlah penduduk dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan gizi.  Sehubungan dengan prihal tersebut, diperlukan teknologi pertanian yang dapat memberikan hasil panen yang bermutu dan aman untuk dikonsumsi, tetapi secara ekonomi dapat dipertanggung jawabkan. Melihat kecenderungan tersebut, maka  petani  dan  pengusaha  buah  di  Indonesia  mestinya  tertantang untuk ikut bersaing dalam pasar buah segar.  Bila hal ini ditinggalkan, bukan mustahil kalau lama-kelamaan produk buah lokal akan semakin dilupakan konsumen.

Penanganan pascapanen yang diterapkan untuk buah-buahan perlu dilihat dari dimensi mata rantai kegiatan sejak produksi, panen, pengelolaan, transportasi, distribusi, penyimpanan, dan keterlibatan berbagai pelaku (pemerintah, produsen, dan konsumen), sehingga lambat laun akan terjadi perubahan wajah pertanian (di Indonesia) dari pertanian sarat input menjadi pertanian sarat informasi. Namun satu hal yang sangat menentukan dalam penerapan penanganan pascapanen adalah kemauan dari petani dan pelaku di sepanjang jalur tata niaga.

Kesadaran akan mutu baik ditingkat petani dan pelaku tata niaga memang dirasakan masih kurang mendukung pelaksanaan sistem pascapanen. Kesadaran dan kemauan petani akan timbul kalau mereka termotivasi bahwa kegiatan itu akan dapat memberikan nilai lebih. Disamping adanya penghargaan dari pelaku tata niaga terhadap petani sangat  berperan dalam  memotivasi  petani untuk  melakukan penanganan pascapanen yang layak untuk produknya. Sehingga kesadaran akan pentingnya mutu dan pemutuan hasil akan dirasakan oleh petani dan semua komponen yang terlibat di dalamnya.

Untuk masa mendatang pemasaran buah-buahan arahnya pada buah-buahan segar.  Sehingga strategi pengembangan tanaman buah-buahan perlu terpadu dalam penerapan jenis komoditas, wilayah pengembangan, sistem usaha tani, sistem pascapanen, dan sistem pemasaran.  Kebanyakan pengembangan buah-buahan yang ada saat ini masih bersifat sebagai perkebunan rakyat atau tanaman pekarangan dan belum terkoordinasi dengan baik. (cokorda gede alit semarajaya)