daily news escort bayan istanbul escort instagram takipci hilesi restbet justin tv izle en iyi bahis siteleri

Monthly Archives: September 2015

REVITALISASI KEBUN PERCOBAAN FAKULTAS PERTANIAN

REVITALISASI

KEBUN PERCOBAAN FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS UDAYANA

JALAN PULAU MOYO 16X DENPASAR 80222

DIRESMIKAN OLEH REKTOR

HARI SENEN TANGGAL 21 SEPTEMBER 2015

 REVITALISASI KEBUN PERCOBAAN

 DSC03463DSC03474DSC03441DSC03448DSC03520DSC03503     DSC03523 DSC03525 DSC03540 DSC03542 DSC03560 DSC03561 DSC03565 DSC03578 DSC03583 DSC03587 DSC03589 DSC03591  DSC03606DSC03617    DSC03613DSC03636DSC03625DSC03628 DSC03433DSC03596   DSC03430   DSC03429

DSC03626DSC03607DSC03642DSC03643DSC03434

Simposium Internasioanl Bali ACLA 2015: PERUBAHAN PARADIGMA PARA ARSITEK LANSEKAP PADA DUNIA PERTANIAN

Sampai saat ini manusia masih tergantung pada sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan mereka. Produk pertanian masih merupakan sumber utama untuk makanan, obat-obatan dan penggunaan lainnya untuk mendukung kehidupan manusia, namun kita semua menyadari bahwa ada kompetisi penggunaan lahan antara pertanian dan pemukiman. Selain itu ada juga kecenderungan yang mengkhawatirkan di beberapa negara Asia tentang perubahan pengetahuan pertanian dan kebijakan yang berhubungan dengan budaya masyarakat untuk generasi muda. Sektor pertanian bukanlah profesi yang populer bagi generasi muda, terlepas dari keharusan untuk kehidupan manusia. Dalam era teknologi tinggi dan kemudahan komunikasi di seluruh dunia, perubahan gaya hidup dari pertanian menuju non-pertanian harus diwaspadai. Kompleksitas masalah harus benar-benar ditinjau dan dibahas dalam rangka menemukan solusi yang tepat. Kekhawatiran akan masalah-masalah tersebut menghasilkan sebuah asosiasi antar negara di Asia yaitu ACLA.
ACLA atau Asian Cultural Landscape Association merupakan asosiasi dalam bidang landscape architecture, landscape planning dan environmental design di kawasan Asia. ACLA juga mendiskusikan mengenai landscape dan visual impact assessment, master planning, commercial landscape, housing development, detailed hard dan soft landscapes, contract management dan garden design. ACLA Internasional Simposium 2015 dilaksanakan di Hotel Puri Ayu, Denpasar, Bali. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 11-13 September 2015 itu resmi dibuka oleh Ketua Badan Penjaminan Mutu Univesitas (BPMU) Udayana, mewakili Rektor, Foto ACLAIr. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D, didampingi Ketua Program Studi Arsitektur Lansekap Ir. Cokorda Gede Alit Semarajaya, M.S., Prof. Sung-Kyun Kim sebagai presiden ACLA, dan Naniek Kohdrata, S.P., MLA, sebagai ketua panitia ACLA International Symposium 2015 Bali. Dalam acara tersebut dihadiri para ilmuwan dan peneliti serta individu dan lembaga yang berhubungan dengan lansekap budaya dan pertanian. Tercatat sebanyak empat puluh enam peserta yang hadir dari beberapa negara di Asia termasuk Indonesia, Thailand, Srilanka, India, Korea, Jepang, dan satu pembicara dari Jerman Prof. Heiko Faust dari Goettingen University Germany. Selama tiga hari kegiatan ACLA tersebut, sesi seminar dilaksanakan pada hari pertama dan kedua yakni pada tanggal 11 & 12 September 2015. Sesi tersebut merupakan forum bagi para peserta untuk berbagi, berdiskusi, dan berdebat tentang masalah apapun dalam hal lansekap pertanian di Asia. Diharapkan dari forum ini, para peserta dapat merumuskan paradigma baru dalam melihat lansekap pertanian dari Asia dan memberikan kontribusi untuk memperkaya pemahaman dan pengetahuan tentang lansekap pertanian.
Sementara itu, pada hari ketiga tanggal 13 September 2015 peserta ACLA diajak keliling Bali. Dalam kegiatan fieldtrip tersebut peserta diajak mengunjungi kawasan Gunung Batukaru, Sawah Teras Jatiluwih, dan Pura Taman Ayun di Kabupaten Tabanan. Tempat-tempat tersebut merepresentasikan lansekap pertanian pulau dewata. Dari kunjungan ini diharapkan bisa mengenalkan sistem pertanian di Bali dan budaya masyarakat Bali lebih jauh kepada para peserta ACLA 2015. Simposium ACLA ini akan terus diadakan setiap tahunnya untuk mendiskusikan masalah dan merumuskan paradigma baru untuk mananggulangi masalah yang terkait dengan lansekap, budaya dan pertanian. Thailand akan menjadi negara berikutnya untuk menggelar ACLA symposium 2016, tepatnya di Lampang Rajabhat University, Lampang Province, Thailand.