daily news escort bayan istanbul escort instagram takipci hilesi restbet justin tv izle en iyi bahis siteleri

Monthly Archives: September 2016

Perkembangan Peralatan Lab. Bidang Pertanian Oleh Matt Galloway

Pada tanggal 19 September 2016 Fakultas Pertanian kedatangan tamu dari Decagon Devices inc. Amerika. Tamu tersebut adalah Mr. MATT GALLOWAY yang menyajikan perkembangan peralatan lab bidang pertanian dalam arti luas. Pada kesempatan ini FP diminta mengkoordinasikan oleh PT BESHA ANALITIKA Jakarta yang menggandeng perusahaan tsb. Untuk itu FP mengundang teman dosen dan pranata lab di lingkungan Unud utamanya FMIPA, FTP, FAPET, KELAUTAN serta dari BPTPH Dinas Pertanian Provinsi Bali untuk hadir. Hasil pertemuan adalah bahwa peserta sangat menginginkan dapat memanfaatkan berbagai alat tersebut karena dianggap sangat memudahkan dalam berbagai penelitian di bidang pertanian. Jika ada dana pengafaan alat lagi maka akan dirujuk alat tersebut untuk dipesan. (Suada)

maat-galloway-presentation-in-faculty-of-agriculture-udayana-university

Pada gambar tampak Matt Galloway sedang menyajikan materi dan peserta sangat antusias menyimak.

RAPAT KOORDINASI UPSUS WILAYAH IV 2016

Pada tanggal 7-9 September 2016 diadakan rapat koordinasi pendampingan UPSUS (Upaya Khusus) oleh Mahasiswa dan Alumni Wilayah IV yang terdiri dari STTP Malang, Unibraw, Unud, dan Unram. Rapat ini dimulai saat hari Galungan sehingga kami baru bisa berangkat di sore hari. Rapat dilaksanakan di Senggigi Lombok dan dihadiri oleh Kepala Badan BPPSDMP dan Kapusdiktan BPPSDMP Kementerian Pertanian RI. Wakil FP Unud adalah Dekan Prof. I Nyoman Rai, Ketua Pendampingan Prof. I Wayan Supartha, Wakil Dr. I Ketut Suada, dan Bendahara I Made Sukerata. Sementara Sekretaris Ir. Made Sukewijaya, MP. secara mendadak tidak bisa hadir karena sesuatu dan lain hal. Adapun tujuan kegiatan ini adalah evaluasi pelaksanaan program 2016 dan perencanaan untuk 2017. Pelaksanaan UPSUS ini direncanakan terus berlanjut sampai tahun 2018 yang dimulai sejak tahun 2015. Kegiatan ini merupakan Greget Presiden RI Jokowi yang merasa sedih ketika pada suatu pertemuan diminta oleh Kepala Negara tetangga untuk menghitung jumlah beras yang harus mereka siapkan untuk dikirim ke Indonesia. Sejak itu diupayakanlah kegiatan pendampingan ini yang melibatkan 19 Perguruan Tinggi di 16 provinsi termasuk Unud dengan Rp 126,5 M lebih pada tahun 2015. Dalam pengkajian selanjutnya akhirnya kegiatan ini tidak hanya mencakup peningkatan produksi padi namun juga jagung dan kedelai sehingga disebut UPSUS PAJALE dan pada tahun 2016 dikembangkan juga untuk komoditas cabe, bawang, tebu, dan daging sapi. Namun untuk di Bali tetap hanya dikembangkan Pajale yang menjadi unggulan.   Kegiatan di Lombok sangat sukses karena telah dapat direncanakan kegiatan 2017 dan telah pula disepakati pelaporan untuk 2016 bahkan perwakilan telah menyusun laporan yang definitif. Semoga upaya swasembada pajale ini berhasil menjadikan Indonesia tidak impor beras.

upsus2016_menyimak1

upsus2016_menyimak2

upsus2016_rapat

Pada Gambar 1. Peserta Prof. Supartha sangat antusias dan berusaha keras berpikir demi kesuksesan UPSUS, dan pada Gambar 2 tampak pula Dekan FP Unud sangat serius mengikuti paparan peserta, dan kegiatan yang dibuka oleh Kepala Badan akhirnya untuk penghormatan ditutup oleh Dekan Fakultas Pertanian Unud (Gambar 3)(by:Suad).