DIRGAHAYU UNIVERSITAS UDAYANA

DIRGAHAYU UNIVERSITAS UDAYANA KE 52 29 SEPTEMBER 2014                         MEMPERHATIKAN BEBERAPA GAMBAR DIATAS DAN ANCUNGAN JEMPOL DARI BAPAK REKTOR YANG DIDAMPINGI DUA KEPALA More »

Lomba Vertikultur HUT FP ke-47 dan BKFP ke-36

Kamis 28 Agustus 2014 bertempat di Kebun Percobaan Pegok Fakultas Pertanian UNUD, diadakan lomba vertikultur antar organisasi kemahasiswaan Fakultas Pertanian (OKFP). Beragam ide dan kreasi unik dari para tim OKFP peserta lomba More »

Dua Dosen FP sebagai Peneliti Berprestasi 2012

Pada pemilihan peneliti berprestasi Universitas Udayana 2012, dua penghargaan diperoleh dosen Fakultas Pertanian. Keduanya adalah I Putu Sudiarta, SP.,M.Si.,Ph.D sebagai penerima penghargaan peneliti terbaik I untuk kategori eksata yunior dan Dr. Ir. More »

Hasil Akreditasi PS Agroekoteknologi dan Agribisnis memperoleh nilai A

Kedua Program Studi di Fakultas Pertanian Unud, yaitu Agroekoteknologi dan Agribisnis memperoleh nilai A hasil akreditaso BAN-PT tahun 2012 berdasarkan SK BAN-PT no 017 tahun 2012. Informasi lebih detail tentang hasil akreditas More »

Plagiat dan Info Penting Lainnya

Plagiat Cara mengacu kepustakaan dan plagiarisme Plagiarism: http://luk.tsipil.ugm.ac.id/plagiarism Peringkat Perguruan Tinggi Indonesia QS Asian University Rankings 2011 QS Stars 2011 in Indonesia WEBOMETRICS July 2011 Thomson Reuters 2011 Versi 4icu January 2012 More »

Serba Serbi Journal, E-Journal, E-Book

Kriteria Jurnal Internasional Kumpulan Jurnal Direktori Situs terkait Komputasi ( 655 situs ) 16 Jurnal Nasional online Garda Rujukan Digistal, berisi jurnal domestik, tugas akhir mahasiswa, hasil penelitian dosen E-learning Perguruan Tinggi More »

Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah

Permendiknas no. 22 Tahun 2011: Terbitan Berkala Ilmiah (versi scan, situs asli) SK Dirjen Dikti no. 49/Dikti/Kep/2011: Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah (versi scan, situs asli) Surat Edaran Direktur P2M no. 1313/E5.4/LL/2011: Pedoman More »

Pedoman Angka Kredit Dosen

Pedoman operasional perhitungan angka kredit dosen 2010 atau http://www.dikti.go.id/dmdocuments/PEDOMAN%20OPERASIONAL%202009_New.pdf Dasar Hukum Kepmenkowasbangpan No. 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999 tentang jabatan fungsional Dosen dan angka kreditnya Keputusan Bersama No.61409/MPK/KP/99 dan 181 tahun 1999 tentang Petunjuk pelaksanaan jabatan More »

Info Serdos

Dasar Hukum UU. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas (Penjelasannya) UU no. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (situs asli) PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan PP No. 37 tahun 2009 tentang More »

Gelar Akademik dan Sebutan Profesional

Kepmendiknas No. 178/U/2001: Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi (pdf) Lampiran Kepmendikbud yang berisi Daftar jenis gelar akademik Sarjana, Magister dan Sebutan Profesi Surat Penataan Nomenklatur Program Studi Psikologi, Komunikasi, Komputer dan Lanskap More »

Info Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Informasi Hibah Penelitian Riset Andalan Perguruan Tinggi dan Industri (Rapid). Panduan Hibah Bersaing Panduan Penelitian Fundamental Panduan Hibah Penelitian Strategis Prioritas Panduan Penelitian Unggulan Strategis Nasional 2011 Panduan Hibah Pasca Panduan Hibah More »

Info Tugas Belajar dan Penyetaraan Ijazah Luar Negeri

Tugas Belajar dan Ijin Belajar Pembayaran Tunjangan Profesi bagi Dosen yang Studi Lanjut dengan Biaya Sendiri Lampiran Pernyataan Studi Lanjut Biaya Sendiri Studi lanjut bagi PNS Dosen dalam kaitannya dengan kenaikan jabatan, More »

Info Beasiswa

Beasiwa Dikti: Dalam Negeri Luar Negeri Beasiswa unggulan Kemdiknas Buku Panduan Beasiswa Unggulan Tahun 2011 Website Beasiswa Terpadu Dikti Indonesian-Germany Doctoral Scholarship (IGDS) Info Beasiswa S1/S2/S3 dalam dan luar negeri (di luar More »

Pembinaan Karir Jabatan Dosen

Pembinaan Karier Jabatan Dosen Pedoman Beban Kerja Dosen 2010 Lampiran beban kerja Dosen Beban Kerja Normal Petunjuk Pemakaian Perangkat Lunak Laporan Beban Kerja Dosen versi 7 Juni 2010, Ditjen Dikti Kemendiknas tahun More »

Beban Kerja Dosen

Pedoman Beban Kerja Dosen 2010 Lampiran beban kerja Dosen Beban Kerja Normal Petunjuk Pemakaian Perangkat Lunak Laporan Beban Kerja Dosen versi 7 Juni 2010, Ditjen Dikti Kemendiknas tahun 2010 Aplikasi Beban Kerja More »

DIRGAHAYU UNIVERSITAS UDAYANA

DIRGAHAYU UNIVERSITAS UDAYANA KE 52 29 SEPTEMBER 2014

DSC03057DSC03046

                   DSC03036     DSC03033

MEMPERHATIKAN BEBERAPA GAMBAR DIATAS DAN ANCUNGAN JEMPOL DARI BAPAK REKTOR YANG DIDAMPINGI DUA KEPALA BIRO, SEPERTINYA PERUBAHAN WAJAH UNUD AKAN LEBIH MENUMBUHKAN IMAJINASI, SEMOGA

 (COKSEMAR)

 

Lomba Vertikultur HUT FP ke-47 dan BKFP ke-36

Kamis 28 Agustus 2014 bertempat di Kebun Percobaan Pegok Fakultas Pertanian UNUD, diadakan lomba vertikultur antar organisasi kemahasiswaan Fakultas Pertanian (OKFP). Beragam ide dan kreasi unik dari para tim OKFP peserta lomba dalam mempresentasikan model vertikulturnya telah menarik banyak komentar, pertanyaan, maupun apresiasi dari dosen-dosen, mahasiswa, dan staf  FP yang hadir di kebun Pegok. Di antara model vertikultur yang dilombakan, ada yang mengusung konsep hidroponik-aquatik, yaitu memadukan rangkaian budidaya sayuran dengan kolam ikan. Ada pula yang menampilkan green wall sebagai salah satu bentuk vertikultur yang mengutamakan nilai estetis. Tema pemanfaatan material daur ulang untuk membuat struktur vertikultur juga menjadi salah satu ide yang diangkat oleh peserta. Para pemenang lomba vertikultur dalam rangka HUT Fakultas Pertanian yang ke-47 dan BKFP yang ke-36 akan diumumkan pada tanggal 13 September 2014, pada saat Acara Kekeluargaan FP UNUD di Kampus Sudirman, Denpasar.

imageimage

Sosialisasi Fakultas Pertanian Unud ke Limur Leste

Pembantu Dekan II Fakultas Pertanian Unud, Dr. Ir. I Ketut Suada, M.P. dan Sekretaris Program Studi Magister Pertanian Lahan Kering Program Pasca Sarjana Unud, Dr. Ir. I Gede Wijana, MS pada tanggal 26 Mei 2014 berangkat ke Timor Leste untuk melakukan sosialisasi keberadaan dan kiprah Fakultas Pertanian dan Program Studi yang ada di Pasca Sarjana yang terkait Fakultas Pertanian. Adapun Program Studi yang diperkenalkan di Timur Leste adalah: 1. Program Studi S1 (Tingkat Sarjana) terdiri dari: 1) Program Studi Agroekoteknologi, 2) Program Studi Agribisnis,  3) Program Studi Arsitektur Lanskap, dan 2. Program Studi S2 dan S3 (Tingkat Pascasarjana) terdiri dari: 1) Program Studi Bioteknologi (S2), 2) Program Studi Lahan Kering (S2), 3) Program Studi Agribisnis (S2), 4) Program Studi Ilmu Lingkungan (S2), dan Program Studi Ilmu Pertanian (S3).

Memperkenalkan Program Studi S1 (tingkat Sarjana) dilakukan pada sekolah Secondary High School (SMA) Sao Pedro di Comoro.  Sekolah ini merupakan sekolah swasta yang memiliki siswa sekitar 800 orang.  Di sekolah ini kami diterima Wakasek Kesiswaan yaitu Bapak Justino Guterres Soares.  Setelah berbincang sebentar dan menyampaikan maksud kedatangan kami maka dicarilah kelas yang anak-anaknya sedang tidak ada guru mengajar.  Kelas yang siswanya sedang tidak ada guru mengajar adalah kelas IPA II, sehingga kami masuk kelas dan menyampaikan materi sosialisasi di depan ± 60 orang siswa.  Antusiasme siswa sangat tinggi untuk mengikuti materi terlihat banyaknya pertanyaan yang muncul.  Mereka menanyakan hal-hal berikut:

1.    Lama studi di Fakultas Pertanian
2.    Cara dan syarat pendaftaran
3.    Apakah ada pertemuan semacam adaptasi terhadap lingkungan kampus
4.    Besaran SPP
5.    Besaran biaya hidup
6.    Adakah beasiswa
7.    Dimana saja lowongan pekerjaan bagi tamatan Fakultas Pertanian
8.    Dan lain sebagainya.

Sekolah berikutnya yang dikunjungi adalah sekolah Negeri 4 September UNAMET di Jalan Jomras Dili yang memiliki jumlah siswa 2900 orang dengan 115 orang guru.  Kami diterima oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan yaitu Joao Bras Aparicio.  Keadaan kurang bersih, bangku-bangku tidak beraturan, dan siswanya seperti kurang bersemangat.  Namun setelah diberikan sosialisasi mengenai Fakultas ternyata mereka cukup banyak bertanya.  Pertanyaannya mencakup: biaya sekolah, beasiswa, fakultas apa saja yang ada, cara melamar dan sebagainya.

Selain kunjungan ke dua SMA tersebut, kami selanjutnya mengunjungi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Timor Leste (UNTL) dan diterima oleh Wakil Dekan I/Bidang Akademik.  Kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan proses belajar-mengajar di Fakultas Pertanian UNTL dan terutama menyampaikan adanya berbagai program studi Pascasarjana di Universitas Udayana terutama yang terkait Fakultas Pertanian.  Harapan kunjungan ini adalah agar dosen disana semakin banyak yang mengambil program pascasarjana di Universitas Udayana.  Seperti diketahui bahwa sampai saat ini telah ada beberapa dosen UNTL yang kuliah di Program Pasca Sarjana Program Studi Lahan Kering, Bioteknologi, dan beberapa Program Studi di lingkungan Unud.

Kunjungan selanjutnya adalah ke Kementerian Pertanian Timor Leste.  Pada hari ke dua kami mengunjungi Dirjen Pengembangan Pertanian Timor Leste untuk menyampaikan beberapa hal terkait kunjungan kami ke lapangan sebelumnya (di hari I) ke Kelompok Tani Harubak Binih (HB) dan kelompok tani HHF.  Dalam pertemuan dengan Dirjen kami sampaikan bahwa keinginan belajar para anggota kelompok tani tersebut sangat tinggi terbukti dengan keinginannya untuk datang ke Bali dengan biaya sendiri. Mereka ingin belajar pertanian terutama tentang membuat benih kedelai, cara bertanam, membuat kompos dan pestisida organik agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.  Sebelumnya mereka pernah belajar cara budidaya hidroponik, membuat kompos dengan mikroba tertentu (ditunjukkan dalam foto-foto) ke Thailand namun belum pernah membuat/menerapkannya sendiri di Timor Leste karena tidak adanya sarana prasarana.  Untuk masalah ini akan digalang kerjasama yang lebih implementatif terkait pelatihan kelompok-kelompok tani serta Petugas Penyuluh Lapangan Pertanian di Timor Leste.

Kesempatan di hari ke tiga adalah pertemuan dengan Menteri Pertanian Timor Leste Mariano Assanami Sabino.  Tujuan pertemuan ini adalah melaporkan kunjungan kami ke lahan penelitian dari seorang staf Kementerian Pertanian Timor Leste yang belajar di S2 Program Studi Lahan Kering Fakultas Pasca Sarjana Universitas Udayana.  Bahwasanya penelitian tentang adaptasi kacang hijau varietas introduksi Indonesia dibandingkan dengan varietas lokalnya dapat berhasil baik dan berarti sangat signifikan dalam meningkatkan produksi tanaman di lahan kering di Timor Leste.  Sesungguhnya lahan kering di negara ini sangat subur jika dilakukan teknik budidaya tanaman dengan mengadopsi cara-cara budidaya yang telah dikembangkan di Universitas Udayana.  Tujuan berikutnya adalah mempromosikan keberadaan Fakultas Pertanian dan Program Pascasarjana di Universitas Udayana kepada staf pegawai Kementeriannya agar meningkatkan jumlah stafnya untuk belajar ke Denpasar.  Tahun ini, seperti yang telah digalang dalam kerjasama Universitas Udayana dengan Kemeterian Timor Leste, kurang lebih delapan stafnya akan ditugasi untuk belajar ke Unud.  Tujuan berikutnya adalah menjajagi kerjasama di bidang pelatihan budidaya tanaman bagi PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) Timor Leste yang jumlahnya lebih dari 300 orang untuk diberi berbagai pelatihan dan bimbingan yang praktis sampai mereka dapat bekerja sendiri sampai berhasil.

Sosialisasi FP Unud ke TImur Leste-1 Sosialisasi FP Unud ke Timur Leste-5 Sosialisasi FP Unud ke Timur Leste-4  Sosialisasi FP Unud ke Timur Leste-2

Seminar Nasional dalam Rangka HUT FP ke-47 & BKFP ke-36

CSC_3801 DSC_3896

Fakultas Pertanian Universitas Udayana dalam rangka HUT FP ke 47 dan BKFP ke 36 menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema Mobilizing Vegetable Genetic Resources and Technologies to Enhance Household Nutrition, Income and Livelihoods in Indonesia. Seminar nasional ini menghadirkan pembicara internasional dan nasional dari AVRDC (Asian Vegetable Research and Development Center) Taiwan dan Indonesia, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Univ.Udayana, serta Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Dr. Greg Luter, pembicara dari AVRDC yang berpusat di Taiwan, membawakan makalah berjudul “AVRDC Program in Indonesia: Grafting, variety trial, school garden'; Dr. Joko Maryono, dari AVRDC Indonesia, membawakan makalah berjudul “Economic aspects of trials and grafting dissemination”; Prof. I Made Supartha Utama, Ph.D, Ketua Puslit. Hortikultura Univ. Udayana, menyajikan makalah “Collaboration research and post harvesting technologies”; dan I Putu Sudiartha, Ph.D,salah satu dosen serta peneliti yang aktif di Fakultas Pertanian Univ. Udayana, membawakan makalah “Utilization of neutralized phosphorous salt (NPS) to control late blight disease on tomato”.

Batas Akhir Perbaikan KRS

KRS-online-FPDiumumkan kepada Mahasiswa Fakultas Pertanian, Unud, bahwa batas akhir perbaikan pengisian KRS sampai tanggal 20 Februari 2014.

Jadual Kuliah Semester Genap 2013/2014

Pengantar Jadual Kuliah dari PD-1

Pengantar Jadual Kuliah

Pengantar Jadual Kuliah dari PD-1

 

Jadual Kuliah Prodi Agroekoteknologi

Jadual Kuliah_Genap Agroekoteknologi 2013-2014_Page_1

Jadual Kuliah_Genap Agroekoteknologi 2013-2014

 

Jadual Kuliah Prodi Agribisnis

Jadual Kuliah_Genap Agribisnis 2013-2014_Page_1

Jadual Kuliah_Genap Agribisnis 2013-2014

 

Jadual Kuliah Prodi Arsitektur Pertamanan

Jadual Kuliah_Genap AP 2013-2014_Page_1

Jadual Kuliah_Genap AP 2013-2014

PENANGANAN PASCA PANEN BUAH-BUAHAN

Buah-buahan adalah bahan makanan yang kaya akan vitamin, mineral, lemak, protein, dan serat.  Selain itu setiap jenis buah mempunyai keunikan dan daya tarik tersendiri seperti rasa yang lezat, aroma yang khas, serta warna atau bentuk yang mengandung nilai estetika.

Kebutuhan atau konsumsi buah-buahan setiap tahunnya diperkirakan meningkat sekitar 5 % selaras dengan meningkatnya jumlah penduduk dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan gizi.  Sehubungan dengan prihal tersebut, diperlukan teknologi pertanian yang dapat memberikan hasil panen yang bermutu dan aman untuk dikonsumsi, tetapi secara ekonomi dapat dipertanggung jawabkan. Melihat kecenderungan tersebut, maka  petani  dan  pengusaha  buah  di  Indonesia  mestinya  tertantang untuk ikut bersaing dalam pasar buah segar.  Bila hal ini ditinggalkan, bukan mustahil kalau lama-kelamaan produk buah lokal akan semakin dilupakan konsumen.

Penanganan pascapanen yang diterapkan untuk buah-buahan perlu dilihat dari dimensi mata rantai kegiatan sejak produksi, panen, pengelolaan, transportasi, distribusi, penyimpanan, dan keterlibatan berbagai pelaku (pemerintah, produsen, dan konsumen), sehingga lambat laun akan terjadi perubahan wajah pertanian (di Indonesia) dari pertanian sarat input menjadi pertanian sarat informasi. Namun satu hal yang sangat menentukan dalam penerapan penanganan pascapanen adalah kemauan dari petani dan pelaku di sepanjang jalur tata niaga.

Kesadaran akan mutu baik ditingkat petani dan pelaku tata niaga memang dirasakan masih kurang mendukung pelaksanaan sistem pascapanen. Kesadaran dan kemauan petani akan timbul kalau mereka termotivasi bahwa kegiatan itu akan dapat memberikan nilai lebih. Disamping adanya penghargaan dari pelaku tata niaga terhadap petani sangat  berperan dalam  memotivasi  petani untuk  melakukan penanganan pascapanen yang layak untuk produknya. Sehingga kesadaran akan pentingnya mutu dan pemutuan hasil akan dirasakan oleh petani dan semua komponen yang terlibat di dalamnya.

Untuk masa mendatang pemasaran buah-buahan arahnya pada buah-buahan segar.  Sehingga strategi pengembangan tanaman buah-buahan perlu terpadu dalam penerapan jenis komoditas, wilayah pengembangan, sistem usaha tani, sistem pascapanen, dan sistem pemasaran.  Kebanyakan pengembangan buah-buahan yang ada saat ini masih bersifat sebagai perkebunan rakyat atau tanaman pekarangan dan belum terkoordinasi dengan baik. (cokorda gede alit semarajaya)

 

Minat Masyarakat Tinggi, UNIVERSITAS UDAYANA MEMBUKA PROGRAM STUDI ARSITEKTUR PERTAMANAN

Saat ini Dirjen Dikti telah menyetujui berdirinya Prodi Baru di Universitas Udayana yaitu Prodi Arsitektur Pertamanan berdasarkan Keputusan Mendikbud RI No. 111/E/O/2013 tertanggal 16 April 2013.  Keluarnya SK Pendirian Prodi tersebut tentu merupakan kebanggaan bagi Unud, khususnya bagi Fakultas Pertanian, karena akan menjadi salah satu jembatan penghubung terjadinya integrasi antara pertanian dengan sektor pariwisata seperti yang telah banyak didengungkan akhir-akhir ini.  Lulusan Prodi aristektur pertamanan sangat dibutuhkan untuk mengisi lapangan pekerjaan tidak hanya di sektor pariwisata sebagai ahli pertamanan dan lasekap tetapi juga bisa menjadi pelaku usaha mandiri, wiraswastawan, dan lain-lain.

Saat ini Arsitektur Pertamanan hanya menjadi salah satu konsentrasi pada Prodi Agroekoteknologi, Fak. Pertanian Unud,  dan telah menghasilkan lulusan 25 orang, demikian dipaparkan oleh Dekan FP Unud, Prof. Dr. I Nyoman Rai pada rapat pembukaan Prodi tersebut di Unud baru-baru ini.  Mengingat tingginya animo masyarakat pada bidang Arsitektur Pertamanan ini yang ditunjukkan oleh terserapnya lulusan konsentrasi arsitektur pertamanan oleh instasi pemerintah, usaha pariwisata maupun sektor lainnya, tahun akademik 2013 ini Dirjen Dikti menyetujui peningkatan status arsitektur pertamanan menjadi sebuah Program Studi baru.  SK ini keluar tidak terlepas dari usaha tokoh-tokoh lansekap (Forum Pendidikan Arsitektur Lanskap Indonesia/FPALI, Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia/IALI, dan International Federation of Landscape Architects/IFLA)  didukung oleh MALI (Majelis Arsitektur Lanskap Indonesia), AKLANI (Asosiasi Kontraktor Lanskap Indonesia), dan ASPERTANAS (Asosiasi Perusahan Kontraktor Pertamanan Nasional) yang memaparkan di depan Dirjen Dikti Depdiknas tahun 2011 tentang perlunya pendirian Prodi Arsitektur Pertamanan.  Dengan keluranya SK tersebut   “Tahun akademik 2013 – 2014 ini kami membuka kesempatan luas kepada masyarakat untuk mengikuti pendidikan Arsitektur Pertamanan di Unud, kami memiliki daya tampung 40 kursi baik melalui SBMPTN maupun Seleksi Mandiri (PMDK) khususnya di Unud”, kembali Dekan FP Unud menegaskan. Lewat studi penelusuran lulusan Prodi Arsitektur Pertamanan Unud, rata-rata lulusan Prodi ini diterima bekerja pada bidangnya sesuai dengan kompetensinya.

Dengan kurikulum yang telah disiapkan, Prodi AP Unud dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan profesional sehingga dapat bersaing di dunia kerja.  Lulusan selain dibekali dengan kompetensi utama sebagai sarjana arsitektur pertamanan, juga dibekali dengan muatan lokal arsitektur pertamanan Bali sebagai salah satu penciri lulusannya, demikian ditegaskan Sekretaris Prodi AP, Ir. Cok. G. A. Semarajaya, M.S. Disamping itu, lulusan dipersiapkan untuk menguasai keterpaduan antara seni, disain, ilmu tanaman, pertanian serta pariwisata.

Salah satu lulusan Konsentrasi AP Unud, A. A. Sri Pradnya Paramita, yang kini menjadi tenaga disainer lanskap di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemkab Badung menilai lapangan pekerjaan terbuka lebar untuk lulusan Prodi ini, tegasnya.  Selaku alumni, dia berharap Prodi AP ini mampu menghasilkan sumberdaya manusia yang kompeten dan mandiri.  Demikian pula harapnya agar Prodi AP menjadi lembaga yang maju dalam penelitian dan kerjasama dengan pihak pemerintah maupun swasta.

Mahasiswa Konsentrasi Arsitektur Pertamanan Fakultas Pertanian Unud belajar tentang desain arsitektur melalui praktikum lapang di Kebun Raya Eka Karya, Bedugul.

Tahun 2012, Dua paper Dr. I Wayan Nuarsa diterbitkan di Jurnal Internasional, Inggris dan Kanada

Using variance analysis of multitemporal MODIS images for rice field mapping in Bali Province, Indonesia

I Wayan Nuarsa, Fumihiko Nishio, Chiharu Hongo, and I Gede Mahardika. International Journal of Remote Sensing, UK. Volume 33, Issue 17, 2012.

Abstract

Existing methods for rice field classification have some limitations due to the large variety of land covers attributed to rice fields. This study used temporal variance analysis of daily Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) satellite images to discriminate rice fields from other land uses. The classification result was then compared with the reference data. Regression analysis showed that regency and district comparisons produced coefficients of determination (R 2) of 0.97490 and 0.92298, whereas the root mean square errors (RMSEs) were 1570.70 and 551.36 ha, respectively. The overall accuracy of the method in this study was 87.91%, with commission and omission errors of 35.45% and 17.68%, respectively. Kappa analysis showed strong agreement between the results of the analysis of the MODIS data using the method developed in this study and the reference data, with a kappa coefficient value of 0.8371. The results of this study indicated that the algorithm for variance analysis of multitemporal MODIS images could potentially be applied for rice field mapping.  Online Access.

 

Rice Yield Estimation Using Landsat ETM+ Data and Field Observation

I Wayan Nuarsa, Fumihiko Nishio, and Chiharu Hongo. Journal of Agricultural Science, Canada. Volume 4, No 3, 2012.

 Abstract

Forecasting rice yield before harvest time is important to supporting planners and decision makers to predict the amount of rice that should be imported or exported and to enable governments to put in place strategic contingency plans for the redistribution of food during times of famine. This study used the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) of Landsat Enhanced Thematic Mapper plus (ETM+) images of rice plants to estimate rice yield based on field observation. The result showed that the rice yield could be estimated using the exponential equation of y = 0.3419e4.1587x, where y and x are rice yield and NDVI, respectively. The R2 and SE of the estimation were 0.852 and 0.077 ton/ha, respectively. An accuracy assessment of rice yield estimation using Landsat images was performed by comparing the rice yields from the estimation result and the reference data. The results show that the linear relationship with the R2 and SE of the estimation were 0.9262 and 0.21 ton/ha, respectively. The R2 is greater than or equal to 0.8, which demonstrates a strong agreement between the remotely sensed estimation and the reference data. Thus, the Landsat ETM+ has good potential for application to rice yield estimation.  Online Access.

Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi Dr. I Wayan Budiasa, SP, MP 2011-2012

1.  Studi Kelayakan Pendirian Pabrik Kelapa Sawit di Kepulauan Riau

Atas nama pribadi bekerjasama dengan PACIFIC CREST MANAGEMENT, STC Building 4th Floor Unit 104, Jl. Asia-Afrika No 1 Jakarta 10270, INDONESIA. Pada Tahun 2011 melaksanakan “Studi Kelayakan Pendirian Pabrik Kelapa Sawit di Kepulauan Riau”

 

 2.  SIMANTRI untuk Pertanian Berkelanjutan

PENGEMBANGAN DAN OPTIMASI TEKNOLOGI PRODUKSI PANGAN SISTEM USAHATANI TERINTEGRASI (SIMANTRI) UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN:
PENDEKATAN LINEAR PROGRAMMING

(Development and Optimization of Food Production Technology of Integrated Farming System for Sustainable Agriculture:  Linear Programming Approach)

I WAYAN BUDIASA1, IGAA AMBARAWATI1, I MADE MEGA2,  I KETUT MANGKU BUDIASA3

1 Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Udayana
Email: wba_sosek_unud@yahoo.com
2 Prodi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Udayana
3 Prodi Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Udayana
Jl. P.B. Sudirman, Denpasar 80232

ABSTRACT

This study aims to find out the optimal model of integrated farming system (SIMANTRI) development in farmers’ group of SIMANTRI 068 (Buleleng), SIMANTRI 074 (Jemberana), and SIMANTRI 084 (Tabanan). Primary data by using survey method collected from each its group of farmers and secondary data gathered from any sources were used to specify parameters of the model. Linear programming analysis by using software BLPX88 is to solve constrained optimization problem in the model. A small farmer, which his farm size are 0.58 hectare in SIMANTRI 068, 0.48 hectare in SIMANTRI 074, and 0.57 hectare in SIMANTRI 084 were optimal in allocating resources to conduct many farm activities under the SIMANTRI indicated from optimal solution of the model which conforms to observed behavior. The maximum farmers’ income, generated from the optimizing process were Rp21,658,160; Rp26,041,250; and Rp39,323,600 per annum for SIMANTRI 068, SIMANTRI 074 and SIMANTRI 084, respectively.  Each SIMANTRI is potentially sustainable if it can fulfill the sustainability criteria of farming system.

  Key words: optimization, integrated farming system, linear programming

Ketua peneliti untuk Hibah Penelitian Strategis Nasional
dari Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat,
Ditjen Dikti, Kemdiknas Tahun I sebesar Rp90.000.000,00
bersumber dari DIPA Dikti Nomor: 0541/023-04.1.01/00/2012
Tanggal 9 Desember 2011

 

 

3.  Penerbitan Buku Pertanian Berkelanjutan: TEORI DAN PEMODELAN

Lampiran Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Nomor : 3293 /E5.4/HP/2012
Tanggal : 17 September 2012
Tentang : Daftar Penerima Insentif Buku Ajar Tahun 2012

Dr. I Wayan Budiasa, SP, MP  Staf Fakultas Pertanian Universitas Udayana tercatat sebagai salah satu penerima insentif Buku Ajar tahun 2012 senilai nominal Rp17.000.000, dengan judul buku “Pertanian Berkelanjutan: TEORI DAN PEMODELAN”

4.  Designing Local Frameworks for Integrated Water Resource Management

Dr. I Wayan Budiasa, sejak 6 Januari 2012 s/d 31 Maret 2016 menjadi tim dalam “Research Project on Designing Local Frameworks for Integrated Water Resource Management“ kerjasama antara The Research Institute for Humanity and Nature (RIHN) Japan dan Bogor Agricultural University (IPB) Republic of Indonesia.