Category Archives: Info Pertanian

Batas Akhir Perbaikan KRS

KRS-online-FPDiumumkan kepada Mahasiswa Fakultas Pertanian, Unud, bahwa batas akhir perbaikan pengisian KRS sampai tanggal 20 Februari 2014.

PENANGANAN PASCA PANEN BUAH-BUAHAN

Buah-buahan adalah bahan makanan yang kaya akan vitamin, mineral, lemak, protein, dan serat.  Selain itu setiap jenis buah mempunyai keunikan dan daya tarik tersendiri seperti rasa yang lezat, aroma yang khas, serta warna atau bentuk yang mengandung nilai estetika.

Kebutuhan atau konsumsi buah-buahan setiap tahunnya diperkirakan meningkat sekitar 5 % selaras dengan meningkatnya jumlah penduduk dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan gizi.  Sehubungan dengan prihal tersebut, diperlukan teknologi pertanian yang dapat memberikan hasil panen yang bermutu dan aman untuk dikonsumsi, tetapi secara ekonomi dapat dipertanggung jawabkan. Melihat kecenderungan tersebut, maka  petani  dan  pengusaha  buah  di  Indonesia  mestinya  tertantang untuk ikut bersaing dalam pasar buah segar.  Bila hal ini ditinggalkan, bukan mustahil kalau lama-kelamaan produk buah lokal akan semakin dilupakan konsumen.

Penanganan pascapanen yang diterapkan untuk buah-buahan perlu dilihat dari dimensi mata rantai kegiatan sejak produksi, panen, pengelolaan, transportasi, distribusi, penyimpanan, dan keterlibatan berbagai pelaku (pemerintah, produsen, dan konsumen), sehingga lambat laun akan terjadi perubahan wajah pertanian (di Indonesia) dari pertanian sarat input menjadi pertanian sarat informasi. Namun satu hal yang sangat menentukan dalam penerapan penanganan pascapanen adalah kemauan dari petani dan pelaku di sepanjang jalur tata niaga.

Kesadaran akan mutu baik ditingkat petani dan pelaku tata niaga memang dirasakan masih kurang mendukung pelaksanaan sistem pascapanen. Kesadaran dan kemauan petani akan timbul kalau mereka termotivasi bahwa kegiatan itu akan dapat memberikan nilai lebih. Disamping adanya penghargaan dari pelaku tata niaga terhadap petani sangat  berperan dalam  memotivasi  petani untuk  melakukan penanganan pascapanen yang layak untuk produknya. Sehingga kesadaran akan pentingnya mutu dan pemutuan hasil akan dirasakan oleh petani dan semua komponen yang terlibat di dalamnya.

Untuk masa mendatang pemasaran buah-buahan arahnya pada buah-buahan segar.  Sehingga strategi pengembangan tanaman buah-buahan perlu terpadu dalam penerapan jenis komoditas, wilayah pengembangan, sistem usaha tani, sistem pascapanen, dan sistem pemasaran.  Kebanyakan pengembangan buah-buahan yang ada saat ini masih bersifat sebagai perkebunan rakyat atau tanaman pekarangan dan belum terkoordinasi dengan baik. (cokorda gede alit semarajaya)

 

Minat Masyarakat Tinggi, UNIVERSITAS UDAYANA MEMBUKA PROGRAM STUDI ARSITEKTUR PERTAMANAN

Saat ini Dirjen Dikti telah menyetujui berdirinya Prodi Baru di Universitas Udayana yaitu Prodi Arsitektur Pertamanan berdasarkan Keputusan Mendikbud RI No. 111/E/O/2013 tertanggal 16 April 2013.  Keluarnya SK Pendirian Prodi tersebut tentu merupakan kebanggaan bagi Unud, khususnya bagi Fakultas Pertanian, karena akan menjadi salah satu jembatan penghubung terjadinya integrasi antara pertanian dengan sektor pariwisata seperti yang telah banyak didengungkan akhir-akhir ini.  Lulusan Prodi aristektur pertamanan sangat dibutuhkan untuk mengisi lapangan pekerjaan tidak hanya di sektor pariwisata sebagai ahli pertamanan dan lasekap tetapi juga bisa menjadi pelaku usaha mandiri, wiraswastawan, dan lain-lain.

Saat ini Arsitektur Pertamanan hanya menjadi salah satu konsentrasi pada Prodi Agroekoteknologi, Fak. Pertanian Unud,  dan telah menghasilkan lulusan 25 orang, demikian dipaparkan oleh Dekan FP Unud, Prof. Dr. I Nyoman Rai pada rapat pembukaan Prodi tersebut di Unud baru-baru ini.  Mengingat tingginya animo masyarakat pada bidang Arsitektur Pertamanan ini yang ditunjukkan oleh terserapnya lulusan konsentrasi arsitektur pertamanan oleh instasi pemerintah, usaha pariwisata maupun sektor lainnya, tahun akademik 2013 ini Dirjen Dikti menyetujui peningkatan status arsitektur pertamanan menjadi sebuah Program Studi baru.  SK ini keluar tidak terlepas dari usaha tokoh-tokoh lansekap (Forum Pendidikan Arsitektur Lanskap Indonesia/FPALI, Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia/IALI, dan International Federation of Landscape Architects/IFLA)  didukung oleh MALI (Majelis Arsitektur Lanskap Indonesia), AKLANI (Asosiasi Kontraktor Lanskap Indonesia), dan ASPERTANAS (Asosiasi Perusahan Kontraktor Pertamanan Nasional) yang memaparkan di depan Dirjen Dikti Depdiknas tahun 2011 tentang perlunya pendirian Prodi Arsitektur Pertamanan.  Dengan keluranya SK tersebut   “Tahun akademik 2013 – 2014 ini kami membuka kesempatan luas kepada masyarakat untuk mengikuti pendidikan Arsitektur Pertamanan di Unud, kami memiliki daya tampung 40 kursi baik melalui SBMPTN maupun Seleksi Mandiri (PMDK) khususnya di Unud”, kembali Dekan FP Unud menegaskan. Lewat studi penelusuran lulusan Prodi Arsitektur Pertamanan Unud, rata-rata lulusan Prodi ini diterima bekerja pada bidangnya sesuai dengan kompetensinya.

Dengan kurikulum yang telah disiapkan, Prodi AP Unud dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan profesional sehingga dapat bersaing di dunia kerja.  Lulusan selain dibekali dengan kompetensi utama sebagai sarjana arsitektur pertamanan, juga dibekali dengan muatan lokal arsitektur pertamanan Bali sebagai salah satu penciri lulusannya, demikian ditegaskan Sekretaris Prodi AP, Ir. Cok. G. A. Semarajaya, M.S. Disamping itu, lulusan dipersiapkan untuk menguasai keterpaduan antara seni, disain, ilmu tanaman, pertanian serta pariwisata.

Salah satu lulusan Konsentrasi AP Unud, A. A. Sri Pradnya Paramita, yang kini menjadi tenaga disainer lanskap di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemkab Badung menilai lapangan pekerjaan terbuka lebar untuk lulusan Prodi ini, tegasnya.  Selaku alumni, dia berharap Prodi AP ini mampu menghasilkan sumberdaya manusia yang kompeten dan mandiri.  Demikian pula harapnya agar Prodi AP menjadi lembaga yang maju dalam penelitian dan kerjasama dengan pihak pemerintah maupun swasta.

Mahasiswa Konsentrasi Arsitektur Pertamanan Fakultas Pertanian Unud belajar tentang desain arsitektur melalui praktikum lapang di Kebun Raya Eka Karya, Bedugul.