Category Archives: Kegiatan

Sosialisasi Fakultas Pertanian Unud ke Limur Leste

Pembantu Dekan II Fakultas Pertanian Unud, Dr. Ir. I Ketut Suada, M.P. dan Sekretaris Program Studi Magister Pertanian Lahan Kering Program Pasca Sarjana Unud, Dr. Ir. I Gede Wijana, MS pada tanggal 26 Mei 2014 berangkat ke Timor Leste untuk melakukan sosialisasi keberadaan dan kiprah Fakultas Pertanian dan Program Studi yang ada di Pasca Sarjana yang terkait Fakultas Pertanian. Adapun Program Studi yang diperkenalkan di Timur Leste adalah: 1. Program Studi S1 (Tingkat Sarjana) terdiri dari: 1) Program Studi Agroekoteknologi, 2) Program Studi Agribisnis,  3) Program Studi Arsitektur Lanskap, dan 2. Program Studi S2 dan S3 (Tingkat Pascasarjana) terdiri dari: 1) Program Studi Bioteknologi (S2), 2) Program Studi Lahan Kering (S2), 3) Program Studi Agribisnis (S2), 4) Program Studi Ilmu Lingkungan (S2), dan Program Studi Ilmu Pertanian (S3).

Memperkenalkan Program Studi S1 (tingkat Sarjana) dilakukan pada sekolah Secondary High School (SMA) Sao Pedro di Comoro.  Sekolah ini merupakan sekolah swasta yang memiliki siswa sekitar 800 orang.  Di sekolah ini kami diterima Wakasek Kesiswaan yaitu Bapak Justino Guterres Soares.  Setelah berbincang sebentar dan menyampaikan maksud kedatangan kami maka dicarilah kelas yang anak-anaknya sedang tidak ada guru mengajar.  Kelas yang siswanya sedang tidak ada guru mengajar adalah kelas IPA II, sehingga kami masuk kelas dan menyampaikan materi sosialisasi di depan ± 60 orang siswa.  Antusiasme siswa sangat tinggi untuk mengikuti materi terlihat banyaknya pertanyaan yang muncul.  Mereka menanyakan hal-hal berikut:

1.    Lama studi di Fakultas Pertanian
2.    Cara dan syarat pendaftaran
3.    Apakah ada pertemuan semacam adaptasi terhadap lingkungan kampus
4.    Besaran SPP
5.    Besaran biaya hidup
6.    Adakah beasiswa
7.    Dimana saja lowongan pekerjaan bagi tamatan Fakultas Pertanian
8.    Dan lain sebagainya.

Sekolah berikutnya yang dikunjungi adalah sekolah Negeri 4 September UNAMET di Jalan Jomras Dili yang memiliki jumlah siswa 2900 orang dengan 115 orang guru.  Kami diterima oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan yaitu Joao Bras Aparicio.  Keadaan kurang bersih, bangku-bangku tidak beraturan, dan siswanya seperti kurang bersemangat.  Namun setelah diberikan sosialisasi mengenai Fakultas ternyata mereka cukup banyak bertanya.  Pertanyaannya mencakup: biaya sekolah, beasiswa, fakultas apa saja yang ada, cara melamar dan sebagainya.

Selain kunjungan ke dua SMA tersebut, kami selanjutnya mengunjungi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Timor Leste (UNTL) dan diterima oleh Wakil Dekan I/Bidang Akademik.  Kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan proses belajar-mengajar di Fakultas Pertanian UNTL dan terutama menyampaikan adanya berbagai program studi Pascasarjana di Universitas Udayana terutama yang terkait Fakultas Pertanian.  Harapan kunjungan ini adalah agar dosen disana semakin banyak yang mengambil program pascasarjana di Universitas Udayana.  Seperti diketahui bahwa sampai saat ini telah ada beberapa dosen UNTL yang kuliah di Program Pasca Sarjana Program Studi Lahan Kering, Bioteknologi, dan beberapa Program Studi di lingkungan Unud.

Kunjungan selanjutnya adalah ke Kementerian Pertanian Timor Leste.  Pada hari ke dua kami mengunjungi Dirjen Pengembangan Pertanian Timor Leste untuk menyampaikan beberapa hal terkait kunjungan kami ke lapangan sebelumnya (di hari I) ke Kelompok Tani Harubak Binih (HB) dan kelompok tani HHF.  Dalam pertemuan dengan Dirjen kami sampaikan bahwa keinginan belajar para anggota kelompok tani tersebut sangat tinggi terbukti dengan keinginannya untuk datang ke Bali dengan biaya sendiri. Mereka ingin belajar pertanian terutama tentang membuat benih kedelai, cara bertanam, membuat kompos dan pestisida organik agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.  Sebelumnya mereka pernah belajar cara budidaya hidroponik, membuat kompos dengan mikroba tertentu (ditunjukkan dalam foto-foto) ke Thailand namun belum pernah membuat/menerapkannya sendiri di Timor Leste karena tidak adanya sarana prasarana.  Untuk masalah ini akan digalang kerjasama yang lebih implementatif terkait pelatihan kelompok-kelompok tani serta Petugas Penyuluh Lapangan Pertanian di Timor Leste.

Kesempatan di hari ke tiga adalah pertemuan dengan Menteri Pertanian Timor Leste Mariano Assanami Sabino.  Tujuan pertemuan ini adalah melaporkan kunjungan kami ke lahan penelitian dari seorang staf Kementerian Pertanian Timor Leste yang belajar di S2 Program Studi Lahan Kering Fakultas Pasca Sarjana Universitas Udayana.  Bahwasanya penelitian tentang adaptasi kacang hijau varietas introduksi Indonesia dibandingkan dengan varietas lokalnya dapat berhasil baik dan berarti sangat signifikan dalam meningkatkan produksi tanaman di lahan kering di Timor Leste.  Sesungguhnya lahan kering di negara ini sangat subur jika dilakukan teknik budidaya tanaman dengan mengadopsi cara-cara budidaya yang telah dikembangkan di Universitas Udayana.  Tujuan berikutnya adalah mempromosikan keberadaan Fakultas Pertanian dan Program Pascasarjana di Universitas Udayana kepada staf pegawai Kementeriannya agar meningkatkan jumlah stafnya untuk belajar ke Denpasar.  Tahun ini, seperti yang telah digalang dalam kerjasama Universitas Udayana dengan Kemeterian Timor Leste, kurang lebih delapan stafnya akan ditugasi untuk belajar ke Unud.  Tujuan berikutnya adalah menjajagi kerjasama di bidang pelatihan budidaya tanaman bagi PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) Timor Leste yang jumlahnya lebih dari 300 orang untuk diberi berbagai pelatihan dan bimbingan yang praktis sampai mereka dapat bekerja sendiri sampai berhasil.

Sosialisasi FP Unud ke TImur Leste-1 Sosialisasi FP Unud ke Timur Leste-5 Sosialisasi FP Unud ke Timur Leste-4  Sosialisasi FP Unud ke Timur Leste-2

Seminar Nasional dalam Rangka HUT FP ke-47 & BKFP ke-36

CSC_3801 DSC_3896

Fakultas Pertanian Universitas Udayana dalam rangka HUT FP ke 47 dan BKFP ke 36 menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema Mobilizing Vegetable Genetic Resources and Technologies to Enhance Household Nutrition, Income and Livelihoods in Indonesia. Seminar nasional ini menghadirkan pembicara internasional dan nasional dari AVRDC (Asian Vegetable Research and Development Center) Taiwan dan Indonesia, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Univ.Udayana, serta Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Dr. Greg Luter, pembicara dari AVRDC yang berpusat di Taiwan, membawakan makalah berjudul “AVRDC Program in Indonesia: Grafting, variety trial, school garden’; Dr. Joko Maryono, dari AVRDC Indonesia, membawakan makalah berjudul “Economic aspects of trials and grafting dissemination”; Prof. I Made Supartha Utama, Ph.D, Ketua Puslit. Hortikultura Univ. Udayana, menyajikan makalah “Collaboration research and post harvesting technologies”; dan I Putu Sudiartha, Ph.D,salah satu dosen serta peneliti yang aktif di Fakultas Pertanian Univ. Udayana, membawakan makalah “Utilization of neutralized phosphorous salt (NPS) to control late blight disease on tomato”.

Pengumuman Lomba Foto Ilmiah

Dalam rangka hari ulang tahun Fakultas Pertanian Universitas Udayana yang ke-45 dan Badan Kekeluargaan Fakultas Pertanian (BKFP) yang ke-34 tahun 2012, Panita menyelenggarakan lomba foto ilmiah. Dari 150 peserta yang mengikuti lomba, pemenangnya adalah sebagai berikut:

Seminar Nasional

Dalam rangka Hari Ulang Tahun Fakultas Pertanian Universitas Udayana yang ke-45 dan Badan Kekeluargaan Fakultas Pertanian (BKFP) yang ke-34. Keluarga besar Fakultas Pertanian sebagai institusi yang mengemban tanggung jawab Tri Dharma Perguruan Tinggi akan mengadakan seminar nasional bertema Membangun Kreativitas dan Kewirausahaan Petani dalam Menjawab Peluang Usaha Pariwisata. Seminar ini akan mengundang para pemangku kepentingan yang terkait sektor pertanian dan pariwisata, baik pelaku, pembuat kebijakan, akademisi, pemerhati, dan mahasiswa pertanian yang nantinya diharapkan menjadi generasi penerus di sektor pertanian.

Seminar ini akan dilaksanakan pada:

Hari, tanggal : Selasa, 11 September 2012
Jam : 08.00 – 13.00 wita
Tempat: Aula Utama, Lantai 3, Gedung Pasca Sarjana Universitas Udayana, Jl. PB Sudiman Denpasar

Seminar tersebut menghadirkan 4 pembicara, diantaranya:

Keynote speaker:
Ani Insani
Kepala Pusat Kompetensi, Litbang Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

 

 

Invited Speaker:
Mary Jane Edleson
Founder of the Bali Institute for Sustainable Agriculture (BISA)

 

 

Invited Speaker:
Bagus Sudibya
Founder of the Bali Tourism Board (BTB)

 

 

Invited Speaker:
Made Sarjana
Dosen Agribisnis, Fakultas Pertanian Unud dan Pemerhati Pertanian dan Pariwisata

 

 

 

Susunan Acara

08.00 – 09.00 Registrasi peserta
09.00 – 09.30 Sambutan dan Pembukaan Seminar
09.30 – 10.15 Pembicara utama (keynote speaker)
10.15 – 10.30 coffee break
10.30 – 12.15 Sesi Pembicara undangan (invited speakers) – 3 pembicara
12.15 – 13.00 Makan siang
13.00 – 13.15 Penutupan

 

Downloads

 

Lokasi Kegiatan


View Gedung Pascasarjana Unud in a larger map

Lokakarya Revitalisasi Subak Menjadi Lembaga Usaha Ekonomi dan Agribisnis untuk Peningkatan Kesejahteraan Petani

Lokakarya ini merupakan kerjasama antara Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dengan Fakultas Pertanian Universitas Udayana dan Forum Komunikasi Pemberdayaan Pertanian Bali (FKPPB) . Pembiayaan lokakarya bersumber dari DIPA Dinas Kebudayaan Provinsi Bali sedangkan sebagai penyelenggara lokakarya adalah Fakultas Pertanian Unud dan FKPPB.

Hari, Tanggal : Rabu, 11 April 2012
Waktu : 08.00 – 16.00 Wita
Tempat : Universitas Udayana (Gedung Progam Pascasarjana Kampus Sudirman)

Tujuan

  • Mengidentiifkasi masalah dan kebutuhan subak dalam rangka revitalisasi subak sebagai lembaga usaha ekonomi dan agribisnis untuk peningkatan kesejahteraan petani.
  • Merumuskan kebijakan rekomendasi guna peningkatan peran subak menjadi lembaga usaha ekonomi dan agribisnis untuk peningkatan kesejahteraan petani.
  • Merumuskan alternatif teknologi (sosial-budidaya, pengolahan, pemasaran, dan sebagainya) untuk pengembangan agribisnis berbasis subak;


Sasaran

Dari lokakarya ini diharapkan adanya satu kesatuan pandangan dan paradigma terutama para pemegang kebijakan di Bali kedepan, bahwa subak bukan hanya sebagai oraganisasi petani yang bersifat sosial-agraris dan religius dalam pengelolaan usaha taninya, akan tetapi subak harus diberdayakan juga menjadi suatu lembaga yang memiliki kegiatan ekonomi yang berorientasi agribisnis dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat petani.


Output

Hasil lokakarya adalah rumusan dan rekomendasi untuk revitalisasi kebijakan, regulasi, alternatif pemberdayaan dan penguatan dan alternatif rekayasa teknologi (sosial-budidaya, pengolahan, pemasaran, dan sebagainya) bagi pemerintah daerah Bali dan steakholder lainnya, dalam rangka mewujudkan subak bukan semata sebagai obyek dalam pelaksanaan program pembangunan, akan tetapi juga sebagai subyek dalam pendekatan butto m -up disesuaikan dengan kondisi, potensi dan kearifan lokal daerah masing-masing sehingga subak betul-betul dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat petani pedesaan.

Keynote Speaker

Pemberdayaan Subak sebagai Lembaga Usaha Ekonomi dan Agribisnis secara terintegrasi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Pertanian Bali Berkelanjutan (Prof. Dr. Ir. I Wayan Windia; Guru besar dan Pakar Subak dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana)


Pemakalah Utama

  • Penguatan dan pembiayaan kelembagaan subak dalam rangka merevitalisasi subak menjadi lembaga usaha ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan petani (Dinas Kebudayaan Provinsi Bali)
  • Kebijakan Pembangunan Pertanian dalam Rangka Revitalisasi Subak Menjadi Lembaga Usaha Ekonomi Produktif untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani (Dinas Pertanian Tanaman Pangan Prov Bali)
  • Model pengembangan pendidikan dan ketrampilan serta enterpreneurship anggota Subak dalam rangka mewujudkan Subak sebagai Lembaga Usaha Ekonomi dan Agribisnis (Fakultas Pertanian Unud)
  • Model Pengembangan Lembaga Usaha Ekonomi Subak dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani (DPD. HKTI Bali)


Pemakalah Penunjang/Contributor Paper

  • Upaya pengendalian alih fungsi lahan sawah; aspek regulasi, kebijakan dan teknis pelaksanaannya di lapangan (Bappeda Bali)
  • Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbangsadu) untuk pengentasan kemiskinan dalam Peningkatan kesejahteraan petani subak (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Prov. Bali)
  • Peningkatan akses perdagangan dan pemasaran produk pertanian dalam rangka integrasi pertanian dan pariwisata di Bali (Disperindag Bali)
  • Model Pemberdayaan Subak melalui Penerapan Teknologi Prima Tani dalam rangka mewujudkan Subak sebagai Lembaga Usaha Ekonomi dan Agribisnis (BPTP Bali)
  • Potensi dan peningkatan investasi di sektor pertanian untuk meningkatkan kontribusinya pada perekonomian Bali (Prof. Dr. Kembar Sri Budi, M.S).
  • Model pengembangan integrasi tanaman-ternak dalam rangka mewujudkan Subak sebagai Lembaga Usaha Ekonomi dan Agribisnis (Dr. Ir. I Wayan Artha Wiguna, M.Si)
  • Linkage Program Pengembangan Subak Bersama Pengusaha Hotel dan Restoran (PHRI)
  • Peningkatan nilai tambah produk pertanian dalam rangka meningkatkan ekonomi kretatif pedesaan (FTP Unud)
  • Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Rangka Dinamika Ekonomi Subak (Univ. Warwadewa)
  • Pembinaan dan Pendampingan dalam Rangka peningkatan Dinamika Fungsi Subak (Unmas)
  • Penguatan Lembaga Usaha Ekonomi Subak Melalui Perda dan Pergub (Undwi)
  • Aktivitas Sosial Ekonomi Petani di Subak diantara Kebutuhan dan Kewajiban (Drs. Nyoman Sugiartha, Petani Tabanan)


Peserta lokakarya yang diundang berjumlan sekitar 150 orang terdiri atas :

  • Komponen birokrasi (Bappeda Provinsi dan Kabupaten, Dinas Kebudayaan Provinsi, Dinas Perdagangan dan Prindustrian Provinsi, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi, BPTP, dan lain-lain) sebanyak 35 orang
  • K omponen perguruan tinggi (anggota FKPPB) sebanyak 50 orang
  • DPD. HKTI Provinsi Bali dan DPC.HKTI Kabupaten /Kota se Bali sebanyak 15 orang
  • P erwakilan Subak Sawah dan Subak Abian se Bali sebanyak 30 orang
  • Para pelaku agribisnis dan pariwisata 20 orang.


Jadwal Acara

No
Waktu
Uraian Kegiatan
Keterangan
1 08.00-09.00 Registrasi Peserta Panitia OC
2 09.00-09.30 Pembukaan

  • Laporan Ketua OC
  • Sambutan Ketua DPD HKTI/Ketua FKPPB
  • Sambutan Kadis Kebudayaan Prov.Bali
MC
3 09.30-09.45 Istirahat (coffe break) Panitia OC
4 09.45-10.15 Keynote speaker Moderator
5 10.15-11.30 Makalah Utama

  • Kadis Kebudayaan Provinsi Bali
  • Kadis Pertanian Tanaman Pangan Bali
  • Ketua DPD.HKTI Bali
  • Dekan Fak.Pertanian Unud
Moderator
6 11 30 -12.30 Panel Diskusi Moderator
7 12.30-13.00 Istirahat (Makan Siang) Panitia OC
8 13.00-14.30 Lokakarya (Makalah Penunjang) :

  • Kelompok I ( Kebijakan dan Penguatan Organisasi Subak)
  • Kelompok II (Usaha Ekonomi dan agribisnis Subak)
  • Kelompok III (Teknologi kreatif, perdagangan dan pemasaran hasil pertanian Subak)
Moderator
9 14.30-14.45 Istirahat (coffe break) Panitia OC
10 14.45-16.00
  • Perumusan Hasil Lokakarya
  • Penutupan Lokakarya oleh Ketua DPD.HKTI Bali
Team Perumus